Sejarah Madu

Sejarah Madu - Sejarah tentang madu telah ditulis di dalam peninggalan tertulis dari beberapa kerajaan kuno, seperti Sumeria,Babilonia, Mesir kuno dan India


Sejarah Madu
Sejarah Madu

Sejarah Madu menurut Injil Perjanjian Lama

Telah disebutkan didalam kitab taurat(perjanjian lama) bahwa tanah Palestina adalah tanah asal lemak dan madu.

Sejarah Madu Peradaban Fir’aun

Pada zaman mesir kuno. madu telah menjadi bahan domestik yang digunakan dalam kebutuhan rumah tangga. Pada masa itu, masyarakat Mesir telah menghargai madu dengan harga yang begitu tinggi, yang saking tingginya sehngga harganya menyamai harga mata uang yang langka. Mereka juga menggunakan madu untuk memberi makan binatang yang akan disembelih sebagai korban yang dipersembahkan untuk dewa-dewa.

Sejarah Madu menurut Perdaban Sumeria dan Babilonia

Peradaban Sumeria dan Babilonia telah menggunakan madu dalam upacara-upacara agama pagan ( penyembahan berhala).


Sejarah Madu menurut Peradaban Islam.

Umat islam menggunakan madu untuk dikonsumsi dan sebagai obat. Dalam Al-Qura’an Al-karim madu disebut sebagai obat.” Didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia” ( An-Nahl ( 16) : 69). Sebagaimana dinyatakan dalam sunah Rasululloh Saw.
Madu biasanya terdapat di dalam keping-keping lilin( sarang lebah) yang terbentuk dalam sel-sel yang berbentuk persegi enam (heksagonal) yang dibuat oleh lebah dengan ketelitian yang tinggi. Untuk mengambil madu dari sel-sel lilin tersebut biasanya digunakan alat untuk mengusir lebah atau dengan cara memeras sarang lebah sehingga dapat dihasilkan madu yang jernih dan steril.

Negara-negarapenghasil madu terbesar adalah Chili,Australia,Kepulauan India barat, beberapa di kawasan eropa, afrika dan Arab.

Pengetauan Akan manfaat madu telah dimulai sejk zaman prasejarah. Bahkan bisa jadi manuasia telah mengetahui manfaat madu sejak mereka tinggal di muka bumi.

Naskah tertua yang mencatat mengenai madu telah ada sejak 3000 tahun sebelum masehi. Madu juga telah disebut-sebut dalam ukiran-ukiran peradaban Fir’aun,sebagaimana juga sering ditemukan madu dalam jumlah tertentu di dalam kuburan raja raja Mesir kuno yang belum rusak, tetapi warnamya saja yang telah berubah menjadi warna yang lebih gelap. Seperti yang terdapat pada beberapa buak sendok dari zaman Fir’aun yang terdapat di dalam tabung yang memiliki bekas madu. Atau seperti yang terdapat dalam mayat seorang anak kecil yang direndam di dalam bejana yang dipenuhi madu. Semua peninggalan itu terdapat di dalam salah satu piramida diantara beberapa piramida peninggalan raja raja Mesir kuno.

Jika penemuan penemuan terakhir itu mengisyaratkan sesuatu, maka sesuatu itu tentu menunjukkan betapa madu memilki misteri yang luar biasa sehingga dapat membuat mayat seorang lelaki mampu bertahan selama sekitar 4000 tahun tanpa menjadi busuk dan rusak.

Wa-Allahu’alam..

Sumber : Prof.dr.Sa’id Hamad

(Madu Asli)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »